Jumat, 12 Agustus 2011

CINTA MEMANG SEBUAH RAHASIA,,

oleh ARtikeL, reNungaN, kisaH mOtifasi pada 20 Juni 2011 jam 22:36


Cinta Memang sebuah rahasia,

jauh di dasar hati, dalam sebuah ruang privasi

YANG HANYA ALLOH SWT & DAN DIRI KITA YANG SUNGGUH-SUNGGUH MENGETAHUINYA......"!



dan

Bagaimanapun

Sepi akan selalu selamanya

Menjadi Musuh Jiwa Manusia

Tak akan pernah ada

Yang mau

Sendiri menyepi

Siapapun orangnya…



Dengan kemurahan Rabb kita

Maka diantara kita ada komunikasi

Ada interaksi

Lalu terasa lah kenyamanan jiwa

Kerinduan bersua dengannya

Inilah Cinta yang di hadirkan Alloh

Di langit Jiwamu……



Cinta hadir di indahnya Ukhuwah

di manisnya Persahabatan

dan akan terasa BarokahNya... Di sisi tuhanmu.



Lalu turunlah

Sakinah.........



lalu turunlah

mawaddah.....



lalu turunlah

RahmatNya....



dalam Tatapan Cinta Rabb kita



dan Pada Ibrahim Kita Belajar

Tentang cinta Tentang Kerinduan



"Tanyalah Pada Alloh, adakah kekasih yang tega mencabut nyawa kekasihNYa..."!! Seru Ibrahim kepada Malaikat Maut..bergegaslah Malaikat menghadap Alloh...Lalu Rabb kita berkata.....

" Katakan Kepada Ibrahim, adakah Kekasih yang enggan bersua dengan Kekasihnya?"

Mendengar itu seketika Ibrahim as, menjawab.....

" Kalau Begitu cabutlah Nyawaku sekarang juga......."!! Betapa cintanya Ke pada Allah..''.

Begitulah

CINTA MEMANG TAK HENDAK MENUNGGU.....



ketika cinta itu hadir

hanya Pernikahan Jalan untuk bersua kepada Kekasih hati kita...kekasih yang selama ini dirindukan......



Itu semua adalah sapaan

Yang membuat rindu jiwa kita

Yang membuat wajahnya selalu terbayang dimata kita

Yang membuat dunia menjadi ceria

Sapaan Cinta



Indahnya Cinta....ketika ia menyapa, menyejukan nurani, menghangatkan jiwa

Ketika engkau merasakan semua itu

Hanya menikah

Yang mampu mewadahi gejolak perasaanmu

karena

Menikah adalah Jalan Menumbuhkan Cinta

memekarkan Kasih sayang

dan memetik buah yang bernama

KEBAHAGIAAN..... Tamapa ada dosa di antara kalian.



Kerna sekuat bagaimana pon iman para Akhi Ahli ulama Sungguh tak ada bagi mereka yang dapat bisa jauh dan memungkiri bahwa SEORANG MUSLIMAH dalah anugrah yang di hadirkan di dunia untuk mereka para Akhi Allah...... yang Menjadi Penyejuk jiwa mereka,,, dan mereka yakin pada tuhannya dan dalam hati-nya Keindahan dan anugrah itu akan SUCI bila pada masanya nanti,,, Entah di dunia atau Di surga Firdaus Allah kelak...



Begitupun dengan Seorang MUslimah sekuat bagaimana pon iman para UkHTI Allah Sungguh tak ada bagi mereka yang dapat bisa jauh dan memungkiri bahwa SEORANG Ahki Allah Adalah anugrah yang di hadirkan di dunia untuk mereka.DAN PARA UKHTI Allah pon yakin Bahwa Keindahan dan anugrah itu akan SUCI bila pada masanya nanti,,, Entah di dunia atau Di surga Firdaus Allah kelak.





taK usAh BerSedih...''

Kerna.....>

Waktu dan jarak Yang Memisahkan Kita..''

AkAnTeTaPi.......^^ Perpisahan bukan Berarti kita Tak BerJumpa Kembali...'''

Bersabarlah untuk Menanti Pilihan Hatimu..''

Yang telah Allah Kirimkan Untukmu...



Akhwat dan ikhWan.....>

Yang sedang menanti “terkasih”

nanti-lah dengan sabar…

sungguh, Allah Maha Tau yang terbaik untuk dirimu

siapkan dirimu, hatimu..

sangat mudah bagiNya memberikan “terkasih” untukmu

ataupun tidak berharap

dan mintalah padaNya..

pemilik alam raya dan pencipta “terkasih”mu.

Menunggu dalam Penantian... ^_^

oleh ARtikeL, reNungaN, kisaH mOtifasi pada 08 Juli 2011 jam 19:32


Seiring pertambahan usia yang ada pada seorang insan,maka semakin dituntutlah kedewasaannya. Memang tidak sedikit pula orang-orang yang memiliki usia dewasa, namun memiliki pemikiran masih anak-anak remaja, hal ini akan terlihat dari caranya dalam menghadapi dan menyelesaikan permasalahan hidup. Benarlah kata seorang guru bahwa tua itu pasti, namun dewasa adalah pilihan..



Terinspirasi dari sahabat yang sedang galau dalam memilih dan menanti sang pujaan hati, maka tulisan ini aku buat untuk mereka. Sebelumnya syukron ya bagi sahabatku yang sudah menginspirasi, dan bagi siapapun yang merasa saja..^^



Untukmu yang sedang dalam proses “menjaga” dan berharap tuk senantiasa dalam penjagaan-NYA, semoga Allah senantiasa meneguhkan dan memberikan kesiapan semuanya dalam menghadapi waktu yang tepat menurut-NYA, sehingga indah pada saatnya..^^



Saat komitmen terhujam dalam proses “menjaga” maka hal ini merupakan keputusan yang besar dan sungguh tidak mudah. Karena tantangan kedepannya, bukan lagi mengenai diri sendiri melainkan paradigma dilapangan, begitu banyak yang menghalalkan pacaran dan disisi lain ada pula yang berkomitmen “menjaga” untuk tidak melakukannya. Memang hidup adalah pilihan…^^



Dan benar, semakin beranjak usia dari remaja menuju dewasa, maka akan banyak hal baru yang ditemukan serta kompleksitas permasalahan yang dihadapi pun semakin beranekaragam. Disaat-saat seperti itu, maka sunatullahnya seorang insan membutuhkan sahabat sharing, dan hal ini sangat penting. Mengapa? Karena selain manusia diciptakan sebagai makhluk individu, manusia pun diciptakan sebagai makhluk social yang membutuhkan interaksi dengan orang lain dan membutuhkan perhatian, pengertian serta kasihsayang sehingga terbentuklah individu yang lebih baik karena orang-orang tersayang yang selalu disampingnya. Bukankah Adam pun tak dapat hidup tanpa Hawa…^^



Ada kata-kata dari seorang guru kehidupanku, beliau berkata dalam bahasa sunda, jika hubungan dua insan dimulai dengan “bobogohan” (pacaran) maka berajak ke “ninikahan”(nikah) dan selanjutnya menghasilkan “aanakan”(anak yang dianggap mainan), beliau menyimpulkan bahwa semua alurnya dimulai dari “boongan” maka akan mudah untuk mengakhirinya serta menghasilkan anak yang seperti mainan dan kurang perhatian, sehingga tidak sedikit di masyarakat ini yang bercerai karena permulaannya dimulai dengan kebohongan.. wallahu a’lam



Kembali lagi dengan konteks “menjaga”, sungguh tidaklah mudah. Karena dengan “menjaga” ini, artinya banyak hal yang harus dipersiapkan diantaranya niat yang kuat, hati yang tulus,ilmu,harta dan cinta yang didasarkan pada sang Maha Cinta,,,



“menjaga” dan “menunggu” memang bukanlah suatu kegiatan yang menyenangkan. Namun, jika disikapi dengan bijak,keduanya dapat dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya dalam “mempersiapkan”. Kata ustad salim.A fillah, Kerenkan Diri menunggu pujaan hati hingga Happy Ending full Barokah,,^^



“menjaga” dalam hening dan diam, Sehingga saat waktu itu tiba, siaplah semuanya…^^

Hingga suatu saat nanti teriringlah lafadz janji suci diantara keduanya, dan bersatulah mereka, berlabuh dan merangkai mimpi bersama, bagai sebuah kapal yang siap berlayar dengan semua perbekalan yang mencukupi yang siap menembus badai,angin serta ombak di lautan. Saling melengkapi dan melangkah bersama dengan segala kekurangan yang ada pada keduanya. Bagai untaian nada-nada yang dihasilkan oleh gesekan biola meskipun kedua permukaannya kasar namun setelah di satukan menghasilkan nada yang begitu indah.



Semangat mempersiapkan… dan sambut waktunya nanti dengan penjagaan dan kefitrahan cinta karena saling menjaga karena-NYA.. Barakallahu fiik!^_^



Teriring sebuah untaian lagu:

Bila yang tertulis oleh-NYA, engkau yang terpilih untukku

Telah terbuka hati ini menyambut cintamu

Disini segalanya kan kita mulai mengukir buaia rindu yang tersimpan dulu tuk menjadi nyata dalam hidup bersama

Selamat datang di separuh nafasku..

Selamat datang.. dipertapaan hatiku..

Izinkan aku, tuk mencintaimu menjadi belahan didalam jiwaku..

Ya Allah, jadikanlah ia pengantin sejati didalam hidupku..izinkan aku..

Wahai yang dicinta telah kurela hadirmu temani relung hatiku, simpanlah jiwaku dalam doamu

nafasku dalam hidupmu kan ku jaga setiamu

Izinkan aku, tuk mencintaimu jadi belahan didalam jiwaku,,

Ya Allah,,Jadikanlah ia, pengantin sejati didalam hidupku,,izinkan aku..

Apapun adanya dirimu, kukan coba tetap setia

Begitu pula dirimu terimalah dengan apa adanya..

(Belahan Jiwa, Maidany)

Senin, 13 Juni 2011

Hati yang tak kunjung pasti


Akhi, dari dulu hingga saat ini, aku mencintaimu,,,
Entah, bagaimana merubah perasaan ini,,
Berawal dari gossip – gossip kedekatan kita yang tak tau itu berasal dari mana, tapi karena gossip – gossip itu lah justru aku mulai suka dengan akhi, tapi dulu aku pikir ini cuman perasaan anak kecil yang belum tau apa – apa atau banyak orang bilang itu cinta monyet,, (sampai saat ini aku belum tau gossip itu berasal dari mana)....
Aku gak tau mengapa begitu sulit melupakanmu,,
Sudah 6 tahun aku memendam perasaan ini kepadamu,,
Sudah ku coba jalani hubungan dengan lelaki lain, tapi hasilnya nol,,
Hati ini tetap saja tertuju padamu,,
Dari dulu, hingga saat ini aku mencintaimu karena agamamu, karna hanya kamu lah yang membuat semuanya indah, aku lebih memahami agama berkat dirimu, walau kau tak menyadari bahwa aku belajar agama darimu,,
Sungguh, aku tak bisa mengelak perubahan itu karena dirimu, karna hanya dirimu yang memotivasi diriku untuk lebuh dekat dengan tuhanku,,
Akhi, walau hati ini masih hampa dengan ketidak pastian bahwa apakah dirimu mencintai aku atau tidak,, 
Aku tetap bersyukur, aku pernah menyukai orang sepertimu,,
Dan aku percaya, bahwa kalau memang kita ditakdirkan berjodoh, mungkin kita akan menemukan jalannya,,,
Aku mencintaimu karena agamamu dan karna dirimulah aku lebih mengenal tuhanku,,,
^_^ 


















Senin, 13 Juni 2011

Selasa, 07 Juni 2011

What words do you live by?

Just Be Your life And Give Smile for All,,, :)

Ask me anything

Senin, 30 Mei 2011

Niat membantu, malah mendapatkan masalah besar

Entah mengapa niat ku yang baik ini menghasilkan sebuah masalah besar,,,
Aku tak mengahrapkan apapun dalam hal ini,,
Aku hanya membantu mengkoordinir agar kalian semua tidak bingung,,
Aku gak mau kalau aku di bilang pelit ilmu, karna tak menyampaikan semua ini,,
Tapi kenapa jadi seperti ini??
Aku hanya niat memfasilitasi kalian, tapi kalian malah membuat masalah yang sangat besar untukku,,
Aku tak minta sepeser pun uang untuk membantu kalian,,
Aku ikhlas membantu kalian, agar kalian juga mendapatkan ilmu yang sama,,
Tapi apa balasan kalian,,,
Sungguh aku tak menyangka,,
Bukan kata terima kasih yang ku dengar,,
Malah perkataan menjelek-jelekan kami yang kalian berikan terhadap atasan ini,,
Hingga semua berubah jadi masalah yang besar dan akibat dari semua ini aku pun terancam tak akan Melanjutkan cita-citaku lagi,,
Sungguh penyesalan yang ada dalam diriku saat ini,,,
Kalian menusukku dari belakang,,,
Semua ini membuat aku hilang semangat untuk melanjutkan hidup ini,,,
:'(
Ya Rabb,,
Bantu aku menyelesaikan masalah ini,,,  :'(
Hanya kepadamu lah hambamu ini meminta pertolongan Ya Rabb,,,




Senin, 30 Mei 2011
Teras Asrama
20.37 WIB

Rabu, 18 Mei 2011

Penantianku Terhadap yang Halal Untukku.


oleh RENUNGAN N KISAH INSPIRATIF pada 04 Mei 2011 jam 11:26


♫•*¨*•.¸¸ﷲ¸¸.•*¨*•♫♥♥♥♥♥♥♫•*¨•*¨*•♫♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh…


Entah angin apa yang membuai hari ini, membuatku begitu berani mencoretkan sesuatu untuk dirimu yang tidak pernah aku kenali. Aku sebenarnya tidak pernah berniat untuk memperkenalkan diriku kepada siapapun. Apalagi mencurahkan sesuatu yang hanya aku khususkan buatmu sebelum tiba masanya. Kehadiran sseorang lelaki yang menuntut sesuatu yang kujaga rapi selama ini semata-mata buatmu, itulah hati dan cintaku, membuatku tersadar dari lenaku yang panjang.


Ibu telah mendidikku semenjak kecil agar menjaga maruah dan mahkota diriku karena Allah telah menetapkannya untukmu suatu hari nanti. Kata ibu, tanggungjawab ibu bapak terhadap anak perempuan ialah menjaga dan mendidiknya sehingga seorang lelaki mengambil-alih tanggungjawab itu dari mereka. Jadi, kau telah wujud dalam diriku sejak dulu. Sepanjang umurku ini, aku menutup pintu hatiku dari lelaki manapun karena aku tidak mau membelakangimu.


Aku menghalang diriku dari mengenali lelaki manapun karena aku tidak mau mengenal lelaki lain selainmu, apa lagi memahami mereka. Karena itulah aku sekuat ‘kodrat yang lemah ini’ membatasi pergaulanku dengan bukan mahramku. Aku lebih suka berada di rumah karena rumah itu tempat yang terbaik buat sorang perempuan. Aku sering merasa tidak selamat dari diperhatikan lelaki. Bukanlah aku bersangka buruk terhadap kaummu, tetapi lebih baik aku berwaspada karena contoh banyak di depan mata.


Aku palingkan wajahku dari lelaki yang asyik memperhatikan diriku atau coba merayuku. Aku sedaya mungkin melarikan pandanganku dari lelaki ajnabi (asing) karena Sayyidah Aisyah r.a pernah berpesan, “Sebaik-baik wanita ialah yang tidak memandang dan tidak dipandang oleh lelaki.” Aku tidak ingin dipandang cantik oleh lelaki. Biarlah aku hanya cantik di matamu. Apalah gunanya aku menjadi idaman banyak lelaki sedangkan aku hanya bisa menjadi milikmu seorang. Aku tidak merasa bangga menjadi rebutan lelaki bahkan aku merasa terhina diperlakukan sebegitu seolah-olah aku ini barang yang bisa dimiliki sesuka hati.


Aku juga tidak mau menjadi penyebab kejatuhan seorang lelaki yang dikecewakan lantaran terlalu mengharapkan sesuatu yang tidak dapat aku berikan. Bagaimana akan kujawab di hadapan ALLAH kelak andai ditanya? Adakah itu sumbanganku kepada manusia selama hidup di muka bumi? Kalau aku tidak ingin kau memandang perempuan lain, aku dululah yang perlu menundukkan pandanganku. Aku harus memperbaiki dan menghias pribadiku karena itulah yang dituntut oleh Allah. Kalau aku ingin lelaki yang baik menjadi suamiku, aku juga perlu menjadi perempuan yang baik. Bukankah Allah telah menjanjikan perempuan yang baik itu untuk lelaki yang baik?


Tidak kunafikan sebagai remaja, aku memiliki perasaan untuk menyayangi dan disayangi. Namun setiap kali perasaan itu datang, setiap kali itulah aku mengingatkan diriku bahwa aku perlu menjaga perasaan itu karena ia semata-mata untukmu. Allah telah memuliakan seorang lelaki yang bakal menjadi suamiku untuk menerima hati dan perasaanku yang suci. Bukan hati yang menjadi labuhan lelaki lain. Engkau berhak mendapat kasih yang tulen.


Diriku yang memang lemah ini telah diuji oleh Allah saat seorang lelaki ingin berkenalan denganku. Aku dengan tegas menolak, berbagai macam dalil aku kemukakan, tetapi dia tetap tidak berputus asa. Aku merasa seolah-olah kehidupanku yang tenang ini telah dirampas dariku. Aku bertanya-tanya adakah aku berada di tebing kebinasaan ? Aku beristigfar memohon ampunan-Nya. Aku juga berdoa agar Pemilik Segala Rasa Cinta melindungi diriku dari kejahatan.


Kehadirannya membuatku banyak memikirkan tentang dirimu. Kau kurasakan seolah-olah wujud bersamaku. Di mana saja aku berada, akal sadarku membuat perhitungan denganmu. Aku tahu lelaki yang menggodaku itu bukan dirimu. Malah aku yakin pada gerak hatiku yang mengatakan lelaki itu bukan teman hidupku kelak.


Aku bukanlah seorang gadis yang cerewet dalam memilih pasangan hidup. Siapalah diriku untuk memilih permata sedangkan aku hanyalah sebutir pasir yang wujud di mana-mana.


Tetapi aku juga punya keinginan seperti wanita solehah yang lain, dilamar lelaki yang bakal dinobatkan sebagai ahli syurga, memimpinku ke arah tujuan yang satu.


Tidak perlu kau memiliki wajah setampan Nabi Yusuf Alaihisalam, juga harta seluas perbendaharaan Nabi Sulaiman Alaihisalam, atau kekuasaan seluas kerajaan Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wa sallam, yang mampu mendebarkan hati juataan gadis untuk membuat aku terpikat.


Andainya kaulah jodohku yang tertulis di Lauh Mahfuz, Allah pasti akan menanamkan rasa kasih dalam hatiku juga hatimu. Itu janji Allah. Akan tetapi, selagi kita tidak diikat dengan ikatan yang sah, selagi itu jangan dimubazirkan perasaan itu karena kita masih tidak mempunyai hak untuk begitu. Juga jangan melampaui batas yang telah Allah tetapkan. Aku takut perbuatan-perbuatan seperti itu akan memberi kesan yang tidak baik dalam kehidupan kita kelak.


Permintaanku tidak banyak. Cukuplah engkau menyerahkan seluruh dirimu pada mencari ridha Illahi. Aku akan merasa amat bernilai andai dapat menjadi tiang penyangga ataupun sandaran perjuanganmu. Bahkan aku amat bersyukur pada Illahi kiranya akulah yang ditakdirkan meniup semangat juangmu, mengulurkan tanganku untukmu berpaut sewaktu rebah atau tersungkur di medan yang dijanjikan Allah dengan kemenangan atau syahid itu. Akan kukeringkan darah dari lukamu dengan tanganku sendiri. Itu impianku.


Aku pasti berendam airmata darah, andainya engkau menyerahkan seluruh cintamu kepadaku. Cukuplah kau mencintai Allah dengan sepenuh hatimu karena dengan mencintai Allah, kau akan mencintaiku karena-Nya. Cinta itu lebih abadi daripada cinta biasa. Moga cinta itu juga yang akan mempertemukan kita kembali di syurga….


Wassalam…


Seorang gadis yang membiarkan dirinya dikerumuni, didekati, diakrabi oleh lelaki yang bukan muhrimnya…cukuplah dengan itu hilan harga dirinya…di hadapan Allah. Di hadapan Allah. Di hadapan Allah. PELIHARALAH DIRI DAN JAGA KESUCIAN.

Jangan sia-siakan waktumu ukhti...


oleh RENUNGAN N KISAH INSPIRATIF pada 06 Mei 2011 jam 20:32


Assalamu'alaikum wr. wb.


"Demi Masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal shaleh dan nasehat-menasehati supaya menaati kebenaran dan nasehat-menasehati supaya menetapi kesabaran” (Q.S Al-Ashr: 1-3)


Taujih ini bisa untuk semuanya, tapi khususnya untuk para akhwat, lebih khusus lagi bagi yang masih lajang Diambil dari berbagai sumber.Bagi akhwat yang masih lajang, mungkin banyak di antaranya yang sudah merindukan untuk menggenapkan setengah dien, tapi Allah masih belum mendatangkan jodohnya.Insya Allah hampir semuanya mengharapkan pasangan yang baik agamanya. Di antaranya ada yang menanti dengan sabar meskipun usia sudah menginjak kepala tiga. Ada yang tidak sabar menanti hingga akhirnya asal pilih aja, tidak menjadikan agama menjadi pertimbangan utamanya. Ada yang menantinya dengan santai aja, ntar kalo sudah waktunya ya datang sendiri . Ada pula yang hanya sekedar ingin, tapi tidak mempersiapkan menuju kesana. Tapi ada pula yang meskipun sudah siap dari segi usia, sudah punya maisyah tetapi belum punya keinginan menuju kesana.ukhti,Termasuk yang mana dirimu ukhti..? Bagaimanapun kondisimu ukhti…


jangan sia-siakan waktumu dalam masa penantian itu.


Jangan sia-siakan dengan angan-angan indah (karena belum tentu indah ) karena hal itu bisa membawamu pada zina hati. Jangan pula terlalu bersedih karena belum dapat jodoh juga. Ingatlah janji Allah dalam surat An Nuur:26,

“wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji adalah buat wanita-wanita yang keji (pula), dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki- laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula).”


Jika kita ingin mendapatkan pasangan yang sholeh maka jadikan diri kita sholeh juga. Masih ada waktu bukan?Jangan sia-siakan pula waktu, pikiran dan tenagamu untuk hal-hal yang tidak bermanfaat apalagi maksiat. Kurangi hal-hal yang mubah seperti nonton TV, jalan-jalan, shopping, dll yang berlebihan.Trus harus ngapain donk???Buanyak atuh yang bisa kita kerjakan. Kembangkan ilmu dan potensi yang kita miliki, bisa dengan menyelesaikan kuliah (bagi yang belum lulus) atau melanjutkan kuliah lagi, atau ikut kursus-kursus. Dalam hal profesi kita bisa mencari pekerjaan yang sesui dengan bidang atau minat kita tapi dipertimbangkan juga, save ga diri kita sebagai akhwat bekerja disana? Syukur kalau kita bisa bekerja sekaligus berdakwah dan mengembangkan ilmu kita disana, sekali dayung beberapa pulau terlampaui. OK?Trus coba kita pikirkan tentang masalah-masalah ummat? Jangan trus sibuk kuliah atau kerja tidak mikirkan tentang masalah ummat.


Ingat sabda Rasulullah, barangsiapa ketika bangun tidak memikirkan umatku maka dia tidak termasuk dalam umatku. Masalah-masalah ummat itu ada banyak kalau kita mau BUMBATA di sekitar kita. Tidak hanya mencermati saja, tapi yang penting cari solusi. Coba kita tanya diri kita, kalau kita menyatakan bangga terhadap Islam, apa yang sudah kita perbuat untuk Islam? Kalau kita sudah berkomitmen terhadap dakwah, sudah maksimalkah yang kita lakukan selama ini?Ada banyak orang di sekitar kita yang belum berIslam dengan benar, ada banyak yang ingin belajar Islam, ada banyak yang butuh dibina, tetapi terkadang kita justru ‘membinasakan’nya dengan menelantarkan mereka.

Trus apalagi yang bisa kita kerjakan? Siapkan bekal sebanyak-banyaknya mulai sekarang untuk membangun rumah tangga yang Islami dan membangn masyarakat yang Islami pula. Mulai persiapan spiritual, persiapan konsepsional, persiapan fisik, persiapan material dan persiapan sosial.Kalau ingin tahu lebih lanjut, baca buku dech, kalau ada waktu lain kali Insya Allah saya tuliskan. Oh ya, jangan lupa, belajar masak.


Tuh kan… banyak sekali yang bisa dan bahkan ada yang harus kita lakukan. Katanya Ust. Hasan Al Banna, Sesungguhnya beban yang kita miliki lebih banyak dari waktu yang tersedia. Banyak yang bisa kita kerjakan, jangan ditunda-tunda, mumpung kita masih punya banyak waktu luang.


Mumpung belum disibukkan oleh urusan rumah tangga, mengurus suami dan anak, dsb. Seorang ibu bercerita, masa-masa gadisnya dulu adalah masa-masa keemasan dimana dia punya banyak waktu untuk beramal, mengembangkan diri dan berkontribusi untuk ummat dan dakwah. Tapi bukan berarti trus ketika sudah berkeluarga dia tidak lagi bisa berdakwah dan beraktifitas, justru bertambah kontribusinya karena ada yang mendukung.dan membantu. Asalkan bisa memenejemen waktu dengan baik dan mempertimbangkan fiqih prioritas, Insya Allah bisa seimbang.


Yuk, jangan hanya berdiam diri saja, jangan termasuk golongan muslim yang duduk. Terus berkarya dan bersabarlah. Insya Allah Allah maha tahu yang terbaik buat kita, siapa dan kapan waktunya. Dengan waktu yang kita miliki kita bisa mempersiapkan segala sesuatunya dengan baik dan terus berkontribusi menuju kejayaan ummat.


..::Wallahu a’lam bishowab::..


Wassalamu'alaikum wr. wb.